
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi fasilitas publik, khususnya infrastruktur jalan. Hingga akhir Oktober 2026, progres perbaikan jalan di ibukota Provinsi Riau ini telah mencatatkan capaian positif dengan merampungkan pengerjaan sepanjang 47 kilometer. Angka ini merepresentasikan progres yang signifikan dari total target keseluruhan yang dipatok mencapai 60 kilometer pada tahun anggaran 2026.
Langkah taktis yang diambil oleh jajaran eksekutif ini langsung menarik perhatian dan mendatangkan apresiasi dari lembaga legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru menyatakan dukungannya secara penuh terhadap percepatan pembangunan yang sedang digesa oleh pemerintah kota. DPRD menilai bahwa masifnya perbaikan infrastruktur ini merupakan jawaban yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat luas setelah bertahun-tahun harus berhadapan dengan kenyataan pahit berupa ruas jalan yang rusak dan berlubang.
Pernyataan dukungan tersebut salah satunya datang dari Ketua Fraksi PAN DPRD Pekanbaru yang juga duduk sebagai anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla. Dalam keterangannya, ia secara terbuka mengapresiasi dan mendukung penuh langkah taktis Pemko Pekanbaru yang saat ini tengah giat menuntaskan berbagai pekerjaan perbaikan jalan di berbagai titik wilayah kota.
Lebih lanjut, Roni menjelaskan bahwa proyek perbaikan jalan raya ini bukan sekadar pembangunan fisik biasa, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi warga. Selama ini, masyarakat dinilai telah merasakan dampak negatif dari adanya ketimpangan prioritas pembangunan yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurut catatannya, kondisi infrastruktur yang kurang merata tersebut bahkan telah dirasakan oleh warga hingga kurun waktu lebih dari tujuh tahun.
Politisi tersebut menyoroti bahwa pada masa pemerintahan sebelumnya, arah kebijakan fiskal dan pembangunan daerah cenderung lebih berfokus serta memprioritaskan penyelesaian kawasan perkantoran pemerintah di Tenayan Raya. Akibat dari kebijakan yang tidak berimbang tersebut, berbagai fasilitas penunjang dan kebutuhan infrastruktur dasar di tengah permukiman masyarakat justru belum mendapatkan perhatian dan porsi anggaran yang sepadan.
Oleh karena itu, langkah pembenahan yang kini digalakkan oleh Pemko Pekanbaru dipandang sebagai angin segar untuk mengoreksi ketimpangan masa lalu. Pemerintah kota diharapkan mampu secara konsisten mendengarkan jeritan hati serta keluhan warga kota yang sudah bertahun-tahun mendambakan akses jalan yang mulus dan layak. Roni berharap program strategis ini tidak berhenti di tengah jalan, melainkan terus berlanjut secara berkesinambungan sehingga pemerataan infrastruktur dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh penjuru wilayah Pekanbaru.
Berdasarkan data dan laporan perkembangan pekerjaan per tanggal 29 Oktober 2026, realisasi perbaikan jalan telah menyentuh angka 47 kilometer. Dengan sisa waktu yang ada dan target akhir tahun sebesar 60 kilometer, jajaran Pemko Pekanbaru masih menyisakan pekerjaan rumah sepanjang kurang lebih 13 kilometer lagi yang harus dikebut penyelesaiannya dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam rangka memastikan kualitas pekerjaan berjalan optimal, jajaran pimpinan tertinggi di Kota Pekanbaru tidak tinggal diam. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama dengan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar, serta didampingi oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tampak turun langsung ke lapangan. Mereka melakukan peninjauan secara berkala ke sejumlah ruas jalan yang sedang dikerjakan maupun yang menjadi target prioritas, termasuk di kawasan Rumbai. Beberapa titik ruas jalan yang sempat dipantau secara langsung di antaranya meliputi Jalan Pembina, Jalan Lingkar Danau Buatan, Jalan M Nur, Jalan Siak I, Jalan Siak IV, hingga kawasan Jalan Pesisir.
Di samping mendorong agar pihak eksekutif mampu menyelesaikan sisa target pembangunan infrastruktur secara tepat waktu dan berkualitas, Roni Pasla juga tidak lupa menitipkan pesan penting kepada segenap warga kota. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengambil peran aktif dalam menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki dengan susah payah tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan tidak akan berumur panjang tanpa adanya kesadaran kolektif dari masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitar serta merawat kebersihan fasilitas publik. Partisipasi aktif warga dalam merawat infrastruktur ini diharapkan mampu beriringan secara harmonis dengan kerja keras pemerintah kota dalam menuntaskan target pembangunan hingga penghujung tahun 2026.